Kamis, 14 Oktober 2010

NASIONALISME OR FOLLOWER?

Aku tidak tau apa yang akan aku tulis…
pandangan kearah langit2 kamar, ke samping kanan-kiri, garuk2 kepala. Entah..
Hal ini kedengaran seperti membuat tugas…padahal ini bukan sesuatu yg penting.
hmmmm…

Nyritain kisahku………………? ckkckckc.. gak da yg istimewa…lempeng2 aja..
Bikin tips2 kaya kemarin….? (hey mana bayaran buat mr.tips?)
Bikin2 musik…………………….? heehhh..waktunya kurang siang (brisik)
Jam 03.30 pagi. Kegiatan yg cocok adalah..?

………………??

Nol.. !!

Came on…setahuku dinegaraku ini adalah waktunya orang tidur lelap, secara umum maksutnya, dan sebagian orang waktunya sebentar lagi bangun buat beribadah. Lalu apa tidak ada suara jankrik, ketika ada pertanyaan jam setengah 4 kegiatan yg cocok tuh apa.

Belum tidur jam 03.30 mungkin sedikit terdengar tabu. (Apalagi kalo orang tua ku tau) ya begitulah…tidak terima alasan aku baru ja tidur jam 20.00-22.00.

(Orang tua? Hahaha….) begitu mungkin tanggapan kalo kita diluar negri.
Kalo kusimpulkan sih hal positifnya adalah mereka2 punya budaya mandiri.

Budaya yg sudah mulai masuk ke Negara kita lewat majalah2, dan internet. Untuk gamelan apa kabar? Budaya asli kita yg tanpa Kw Kw nan. Padahal ya kalo kita coba mendengarkan instrument itu..akan keluar tiga huruf…WOW. Dengan catatan kita melihat dan mendengarkan langsung dari sang empunya. Coba aja sekali2 dengerin diluar kesibukan kalian2 membaca alternative press ataupun go girl buat para girl. Lalu selanjutanya bandingkan suara gamelan tersebut dengan band2 semacam the album leaf, telefon tel aviv, st.vincent, ataupun the radio dept. Instrumennya gak kalah dahsyat kok.

Maksut dari semua ini bukan cuma sekedar kita pergi mendengarkan alunan gamelan lalu udah. Tapi cuma mengingatkan aja dibumi mana kita bepijak, disitu budayanya dijunjung. Bukan menjunjung budaya orang2 berambut pirang yang sama sekali kita tidak kenal, kalau kayak gini bisa diketahui siapa yang untung dan siapa yg rugi. Maksutnya orang2 disana cuma sekedar duduk di kursi goyang sambil minum beer, dan budaya mereka dikenalkan oleh orang2, dan orang2 yg tiap mata melek baca majalah,budayanya entah kemana, dan sedikit demi sedikit dicuri tetangga, disaat itu si pembaca majalah lalu bilang : ganyang2…!, fuck2…!

Heeeyy…?? Came on…ini bukan salah pemerintahanya saja. Memanganya kita manusia super yg gak pernah punya salah, apa yang udah kita lakukan buat Negara? Heh?
Kalian pelajar? Belajar yang rajin. Yang jurusan ekonomi jd ekonom, yg jurusan pertanian buat Indonesia jd Negara pengekspor beras. Dan misal kita belum bisa membantu seperti itu kita cukup jd warga negara yg nasionalismenya tinggi aja kok, bukan mengenalkan budaya orang2 pirang pada anak cucu kita nantinya.

Lucu juga ketika mendengar “Negara macam apa ini, aku gak mau tinggal dinegara ini”
Tp si orang tersebut masih dan akan terus tinggal di Negara ini, dan terus ngomel tanpa melakukan apa2.

Orang yg sudah merasa dirinya mengenal budayanya sendiri,akan stuck, dah itu aja yg mereka ketahui.

Orang sudah merasa dirinya sukses, terkenal dan eksis, akan stuck, dah sampai itu aja tingkatan mereka.

…………………….
Aku rasa cukup,tidak ada yg perlu dihebohkan lagi untuk jam sepagi ini.
Waktunya tidur (pernah baca di kaskus, pengen tidur nyenyak,sblm tidur nulis beban2 kita dulu)
Shit!! yang kutulis bukan beban2….
1 domba, 2 domba, 3 domba…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar