Hey yoo, skian lama gak blogging akhirnya pas waktu pas pengen pas buat. Setidaknya dari pada keluar2 menyibukan dengan sesuatu yang efektif hanya pada satu waktu, hmm maksutnya sesuatu yang hanya bermanfaat untuk masa sekarang mungkin susah buat bermanfaat untuk waktu yang lama. Contohnya baju, tattoo, sepatu, band fav kita…mreka masa efetifnya brapa tahun? Kbanyakan cm bntar kan? seiring dg peningkatan peradaban kita, Dibilang Anti sosial? No……!! bukan, ini berjalan alamiah aja, ketika kita jenuh oleh hal2 yang selalu berulang2 dan banyak orang lakukan mungkin kita akan merasa demikian. Ini seperti banyaknya mutual friends di tiap2 friend kita,… maksutnya ?? hmmm… lupakan..
Dan untuk sekarang ini top chart tempat yang aku kunjungi cuma kosku, basecamp ku (kos lamaku), sedikit kkampus, sedikit keluar ma ank2 mlbx, n tempat2 makan fav,mreka antara lain: rumah makan “ika” (blakang upn) the best cap cay, Bu tuty dg sambal aneh tp yumii, mbak diah buat mkn rame2 tempatnya enak, warung dpn kos lamaku, terakir oseng2 concat oseng2 cekernya super mantap. Dan paling, pas main k basecamp kos lamaku, kita sering manggilnya kos sagiman (pemilik kos pak sagiman) pas ada anak2 ngumpul, hal pertama yang jd pilihan pertama dan terakhir adalah hapup seturan, gak tau kok tiba2 jd autis karaoke. Pernah kita 3 hari berturut2 karaoke disitu. Aneh? Enggak kok, Hapup dibangun buat karaoke kan? Kecuali kita disitu main bola 3 hari berturut2. Hal kedua,paling main presiden-jongos pake kartu, ngelandas (jln2) dan seterusnya zzzz banyakk deh kalo ank2 udah kumpul. Ceritain satu2 juga gk penting2.
Daripada denger critaku yg kurang tahu maksutnya apa, lebih baik aku kasih tips untuk kesuksesan (menurut versiku tp lho..)
1. Ingin
“Hmmm…aku inginn…aku mauu…akuu…”itu kutipan seorang tokoh cewek di film Priceless atau judul dlm bhs prancisnya Hors de prix, ya karena film ini emg dr prancis, kisahnya sangat simple,tp lumayan mmm..tonton ae ne pingin…
Hal pertama untuk kita bisa professional terhadap apa yang kita kerjakan adalah ingin. Ingin disini diartikan secara denotasi atau sebenarnya yaitu pengen dlm bhs jawa, want dalam bahasa inggris. Bkn niat dsb. Menurutku sesuatu yang berbau dg hal baru dan mungkin asing bagi kita, hal pertama buat kenalan dg sesuatu yang baru tsb adalah dengan cara kita “ingin” dengan hal tersebut. Kita modal ingin aja dah cukup kok bwt menambah ketrampilan kita. Sebagai contoh selama bertahun2, aku nulis2 di blog ini juga baru bln agustus kemarin. Ini aja salah satu tmn baruku bikinin aku blog. Sedari dulu tidaklah pernah aku yang namanya suka nulis, membaca pun sampai sekarang tidak begitu tertarik. Hal yang mendorong ku untuk nulis adalah keinginan, pertama adalah keinginan untuk mencontoh bapakku, beliau walaupun dulu hidup di era tidak ada blackberry,tidak ada facebook dsb seperti skrng ini, tp beliau sudah memiliki pikiran untuk membikin buku, dulu ia menulis bku berjudul “administrasi bisnis”. Jadi kenapa aku tidak coba menulis, toh siapa tahu bisa bikin buku lalu percetakan ada yang tertarik untuk menerbitkannya.
Mungkin dalam benaku dulu (suka nulis = orang rajin) padahal menulis tidaklah kita harus jadi orang rajin baca buku, rajin baca berita. Aku menterjemahkanya = kita harus ingin jd orang rajin, ingin tahu berita, ingin mengenal hal2 baru dan mencobanya. Menurutku kita bisa bebas mencapai impian tanpa harus rajin, disiplin dll. Menurutku yang penting adalah hasil. Peradaban Negara kita juga sudah sampai ke Negara yang demokrasi kok. Jadi terserah dong. Kata temanku yang kerja di perusahaan amerika juga tidak mengharuskan karyawannya disiplin tapi lebih mementingkan pada hasil, di US lagi juga para DPR kadang tidak berpakain rapi. Jadi tiap2 golongan dan individu memiliki cara untuk survive sendiri2 dalam menncapai sukses, menurutku the first adalah ingin.
2. Target Jangka Pendek
Kalo point kedua ini sudah mengakar dari dulu, hal ini selalu aku terapkan ketika aku memiliki sebuah cita2. Aku selalu menerapkan target2, kalo bisa yang sependek mungkin sebelum target janka panjang. Dan ini terbukti cukup ampuh melewati macam2 tuntutan hidup. Ini aku ambilkan contoh lagi, sewaktu aku semester pertama kuliah indeks prestasi ku Cuma 2,11. Sangat jelas itu bikin bapak dan ibuku marah besar. Beliau2 emg sangat anti dengan hal2 yg berbau pembodohan. Mreka cuma orang2 yang hidup didesa tp lumayan berpikiran modern ( bapakku suka nulis, suka menerapkan pola hidup sehat, kolektor buku2 presiden,suka jusuf kalla, suka sri mulyani dll, Ibuku suka tata surya, suka menerangkan rasi bintang waktu aku kecil, jago baca not balok, komposer gak jelas,dan crewett,,hahaha..) Maka setelah aku tahu orang tuaku marah IP ku 2,11 aku menerapkan cara kedua ini. Yakni target jangka pendek! Target pendekku yang pertama aku bisa selalu masuk kuliah. Kalo sugestiku, jika aku masuk kuliah 100% pasti dapat B. Tidak tahu itu benar ato tidak. Tapi kenyataanya emang demikian. Selanjutanya target selalu masuk kuliah sudah aku terapkan. Target2 selanjutnya secara otomatis pasti akan mengikuti yaitu target IP 3 ku perlahan-lahan bisa terpenuhi. Karena dari 100% selalu masuk kuliah munculah nilai2ku yg bagus dan naiklah IPK ku jadi 3.
Untuk target aku dulu pernah berdebat dg temen ku. Tp bukan debat yang negative tp positive, sangat positive malah menurutku, kita hanya berbeda pendapat dan menyuarakanya. Semua orang juga beda pendapat tp jarang yang menyuarakannya. Kejadiannya malam hari sehabis aku pulang kerja (dulu pas kerja di toko baju) pas pulang kerja kita rame2 sekitar 5 orang pergi ke angkringan BI bersama tmn2 kerjaku. Disitu gak tau siapa yang mulai tiba2 kita ngobrol serius, dan salah satu tmnku(cew) bercerita bahwa dia mempunyai target 3 tahunan lagi harus jadi dimas diajeng (kaya putri Indonesia gitu2). Aku bilang, hey.. target dia terlalu tinggi, lalu dia bilang setiap orang harus punya target yang tinggi, sementara menurutku kita mencapai target2 jangka pendek dulu sebelum target jangka panjangnya dan tidak usah terpaku terus pada satu target tersebut. Sementara dia bilang apa salahnya mencoba siapa tahu bisa. Dan debat tersebut jadi topic dari awal nongkrong sampai akhir nongkrong. Dan di akhir debat tersebut kita malah ketawa2.hahaha..gak jelas.. Tidak terjadi gontok2 an dsb, tp kita malah bisa bertukar pendapat satu sama lain. Belum tentu pendapat kita slalu benar, iya kan? Kesimpulannya masing2 memiliki target, entah itu jangka pendek atau jangka panjang, entah cuma impian tanpa melakukan apa2 ataupun yang cuma melakukan pandangan bias untuk targetnya, semua boleh kok, gak da yang nglarang, ini semua berhubungan dengan rencana dan rencana berhubungan dg pikiran2 atau impian2 orang, yess ini hak asasi orang, so.. Who cares…? Semua di tangan kita, semua kita yang nanggung.
3. tetap focus
Ketika tahap “ingin” dah lulus dan di tahap target jangka pendek sedang atau sudah berjalan, langkah selanjutnya adalah tetap focus. Dalam mencapai cita2 tersebut kita mau tidak mau harus tetap focus terhadap apa yang kita sedang kerjakan dan apa yang mau kita kerjakan. Tidak terabaikan dengan hal2 kecil lainya yang membikin cita2 kita tidak tercapai.
Ya ini seperti kita sedang nyetir mobil dg bahan bakar sudah penuh, perut sudah kenyang, oli sudah di tap…hahaha..(opooo).dan kita tinggal focus nyetir mobil untuk nyampe tujuan, dan selanjutnya,,happy ending…semua senang…semua trenyuh.
Langkah ketiga ini yang memang aku telat dalam menerapkannya. Telat aku terapkan dalam mengerjakan skripsiku kemarin. Sebenarnya pada tahun ke 3 setengah aku dah mengambil skripsi dan IP sudah 3 dan sudah tidak mengambil mata kuliah apapun. Sempurna untuk seorang mahasiswa seharusnya. Tetapi usaha tetap focus ini lah yang kurang aku terapkan, yang terjadi malah aku daftar kerja di toko baju, aku sibuk ngeband, aku terkenal.. hehe.....Hasilnya? 2 tahun aku mengerjakan skripsi. Harusnya aku tahu apa alasan aku k ATM narik duit kiriman ortu, aku ngekos, aku jauh dr ortu dll. Ya semua itu karena aku disini MENUNTUT ILMU!! Kalo cuma jaga toko, ngeband dll kenapa jauh2 mpe jogja, diwonosobo (rumahku) toko yg bs dijaga n band2 jg banyak, makanya kalo jauh2 di jogja cuma buat kaya gitu aku pikir sia2 aja. Dan sekarang aku dah lumayan dah bisa ngerti bagaimana cara jadi “orang” di jogja yang penuh dg “orang”.
Kembali lagi ke skripsiku, ntuk kegagalan skripsiku padahal semua cara sudah kuterapkan,langkah petama yaitu “ingin’ sudah aku terapkan. Ingin cepat lulus – ingin kerja - lalu kawin. Langka kedua juga dah aku terapkan yaitu ‘target jangka pendek’ target selalu ngetik skripsi apapun yang terjadi, target sebisa mungkin selalu bimbingan juga udah. Tapi aku kurang focus terhadap apa yang jd tuntutanku yaitu mengerjakan skripsi, jadinya sehabis aku resign dari tempatku kerja. Babak baru hidupku pun dimulai. Aku membentuk mental yang kuat, fisik yang selalu prima( mineral,vitamin,n protein dibanyakin) , dan fokus seluruhnya ke skripsi. Dan hasilnya… cuma memerlukan beberapa bulan untuk sebuah momok besar ini untuk diselesaikan. Kata orang seperti habis melahirkan, coba aja..
Oke, selamat mencoba tips sukses tersebut,tp ini cuma menurutku lho, masing2 pribadi memiliki macam2 cara, tinggal milih mana yang cocok dan nyaman buat kita. Good luck!