"mas ardi apakah sudah siap?" ya insya Allah siap, ohya kapsul makanananya diperbanyak ya. "siap mas"
itu perbincangan singkatku dengan asistenku yang kubawa dari indonesia. Kira2 10 menit lagi mobilku sampai ke kantor pusat NASA amerika. Kutengok ke luar, jalanan begitu padat, walaupun mobil tidak begitu tinggi tapi dr jendela mobil bisa meliha kebawah begitu padatanya orang2 terutama di jalur pejalan kaki, tidak begitu jelas muka orang2 tersebut. Ya jelas mobilku kira2 berkecepatan 400km/jam. sementara pejalan kaki dengan sepatu khusus bisa mencapai 100km/jam. Keramaian tersebut jelas menambah rasa nervous ku, dalam menunggu sampai ke tempat tujan.
"mas ardi, sudah sampai mas"
aku kaget mendengar suara asistenku dan suara desis asap mobil dari bawah. Tak berapa lama kemudian muncul seorang bule tegap dan berewokan,kalo dilihat dari seragamnya aku tebak pasti salah satu orang NASA. Tanpa obrolan sedikitpun aku di ajak menuju lantai 3789 gedung ini dan langsung diantar ke salah satu kamar. Tampak kamar tersebut serba biru mungkin diserasiin sama logo NASAnya, Langsung ku ambil remote dengan malasnya, 3 detik kemudian sebuah kasur hologram sudah terbentuk, akupun merebahkan diri berapa menit, karena salah satu sudut kasur berbunyi dan mengeluarkan tulisan "bath time" kasurpun bergoyang seiring alarm itu berbunyi. Akupun mandi, airnya terasa segar sekali mungkin pengaruh dari perjalanan dari indonesia tadi. Kupencet salah satu tombol di kamar mandi tersebut, secara otomatis air sisa buat mandi tadi menguap untuk didaur ulang lagi. Hal ini disesuaikan karena di tahun 2500 ini dunia kekurangan air, jadi setiap negara cuma dijatah berapa kubik air oleh PBB. Selanjutnya sembari mengeringkan badanku, kulahap roti di atas meja, lumayan buat mengganjal perut sebelum perjalanan nanti. Seteleh itu aku memeriksa baju2 oksigenku yang sudah kupersiapkan sebelum berangkat. Udah lengkap semua tinggal menunggu panggilan. Sembari menunggu aku iseng2 memeriksa fasilitas kantor NASA ini, sebagian besar dipenuhi oleh fasilitas wanita dan wisata fisual fiktif. Aku pikir mungkin pegawai NASA memerlukan beberapa hiburan yang tidak begitu membuang-buang waktu dan tenaga.
Bel pintu pun berbunyi, dari layar atas pintu tampak asistenku sudah berpakaian oksigen lengkap dengan barang bawaanya. Seyelah kubukakan pintu aku juga dikasih satu baju oksigen dari NASA, tampak agak lebih tebal dari beberapa baju oksigen yang ku bawa dari indonnesia.
"sudah siap semua kan mas?" Ya sip, ayo berangkat !"
Asistenku pun berjalan didepan dan aku mengikutinya dari belakang, melewati salah satu lorong di kantor NASA ini. Kulihat sampaing lorongnya dipenuhi dengan tumbuh2an hijau jaman dulu, dan ada beberapa hewan purba zaman dulu, antara lain kijang, bebek, ayam dan beberapa capung. Sekarang kasihan mereka telah punah dan tinggal beberapa sisa evolusi binatang tersebut.
Lorong itu pun berakhir di ruangan yang sangat besar, mungkin paling besar yang kulihat di kantor ini. Tampak beberapa orang2 bule mantengin komputer yang ada didepanya masing-masing. Beberapa orang bule menghampiriku lalu kita berbincang2 serius, intinya mereka menanyakan keseriusan dan kesiapanku. Setelah berbincang-bincang serius mereka pun terlihat berunding sebentar, lalu menganggukan kepala menandakan mereka setuju terhadap wisata ku menuju ke bulan. Tak lama kemudian salah satu dari mereka membawakan tas ku dan meletakanya di pesawat yang dari tadi sudah nyala. Kemudian asistenku masuk ke kokpit dan aku dipersilahkan naik oleh orang2 bule orang NASA tadi, akupun mengucapkan salam perpisahan kepada mereka satu persatu.
Pintu tengah pesawat tampak terbuka dengan kontrol dari salah satu orang NASA yang dari tadi sibuk didepan layar 3x5 meter. Aku pun melambaikan tangan dan mereka membalasanya dengan ucapan selamat bersenang-senang. Akupn tersenyum sudah tidak sabar bertemu dengan istri serta saudara-saudaraku yang sudah duluan pergi ke bulan. Kita berencana mengadakan wisata di bulan selama satu minggu, paling tidak sampai baju oksigenya habis dan kapsul makananya habis. Sebenarnya di bulan juga sudah dijual kapsul makanan dan baju oksigen, tetapi disana 10x lipat lebih mahal dari pada disini.
Tampak asistenku sudah memencet beberapa tombol dan mesin pesawatpun semakin bergemuruh, itu tandanya pesawat sudah siap lepas landas menuju bulan. Dan orang NASA pun sudah memberi tanda lewat speaker di pesawat.
Akupun mengambil headset di samping kursiku, sabuk pengaman sudah terpakai dan headsetpun sudah kupakai ditelingaku, lumayang bisa mengurangi suara bising pesawat dan bisa santay mendengarkan music2.
Dengan aba2 dari NASA asistenku pun menambah power, dan pesawatku pun lepas landas menuju bulan. Agak terasa bergoyang pada awalnya tetapi setelah melewati lapisan ozon bumi pesawatku melaju dengan tenang sekali, persis seperti kapas yang sedang melayang. Aku melihat dari salah satu teropong di sebelah kusiku, tampak bumi seperti bola yang basket yang berwarna biru, indah sekali dihiasai dengan kapas2 yang lembut di beberapa bagian lautnya.
Saking enaknya laju pesawat dan music yang aku dengar aku pun tertidur dengan pulas di dalam pesawat.
Braaaaaaaaaaaaaakkkkkkkk......aku terbangun dengan suara sangat keras dari depan pesawatku, diikuti dengan goncangan yang sangat keras, aku panikkkk, aku liat asistenku pun terluka cukup parah, tidak tau masih hidup atau sudah mati. Karena tabrakan ini sebagian besar terjadi di depan ujung pesawatku, sementara bagian tengah yakni tempatku hanya bagian sisi kanan yang kenan..pesawatku pun selanjutnya oleng, aku tidak tahu harus berbuat apa, dalam hatiku hanya berdoa semoga selamat, pesawatkupun terus melaju dengan oleng dan tidak tahu kenapa seperti tertarik oleh magnet, menuju ke arah benda tadi yang tertabrak ..
....Asssstttaaagaaa....!!!! kulihat media yang sangat besar, apakah aku sudah sampai dibulan atau planet lain aku tidak tahu. pesawatku pun terjatuh di benda tersebut dengan lumayan keras. akupun pingsan setelah mengalami beberapa benturan.
Ketika terbangun aku mencoba menterka-terka apakah ini bulan atau planet lain atau malah bumi? Planet ini serba biru, dan sangat amat sepi. Beruntung aku tidak mati dan beruntung pakaian oksigenku yang dari NASA tidak rusak. Dalam rasa penasarankupun akupun ingat kacamata detektor yang ada di saku pakaianku. Setelah kupakai dari kacamata bisa kubaca bahwa planet ini adalah PLANET NIBIRU.
BERSAMBUNG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar