menjadi kaum lelaki tidaklah semudah menjadi apapun, lelaki adalah tanggung jawab dan lelaki adalah kerja keras, cepat, cerdas, selalu sehat, dan pemimpin.
jika ingin disebut sebagai kaum lelaki demikian adanya, harus kerja keras tingkat dewa.
tulisan ini saya buat didekasikan untuk seorang penjual kursi tempat nonkrong atau cakruk ato apalah namanya. untuk seorang lelaki super.
suatu waktu siang hari dan cuaca super panas, dan mungkin terasa lebih untuk yang berpuasa. saya melaju dengan motor saya menuju timoho, melalui jalan2 tikus, lewat depan sma uii. waktu kurang lebih jam 13.30 wib. ditengah perjalanan saya melihat dari kejauhan ada seorang penjual kursi panjang yang berbahan bambu, kurang lebih beratnya sepadan dengan anak kls 1 smp. dan oleh bapak penjual itu dia gotong dengan susah payahnya, no grobak,no becak, yes nggotong.
aku lirik sekilas mukanya penuh keringat,dan matanya penuh harapan, harapan agar ada satu orang yg keluar rumah, atau sedikit orang jangan tidur siang, dan banyak harapan agar ada yang memanggil, dan besar harapan kursinya bisa terjual dan pulang bukan bawa kursi yang super berat tp uang yang cukup untuk beli lauk buat makan nanti malam.
tak banyak kursi yang dia gotong dan dia jual, ya tepat sekali hanya satu kursi, dan kisaran harganya maksimal 100 ribu. 100 ribu untuk ketidak pastian, 100 ribu untuk perjalanan jauh, 100 ribu untuk panas2an, 100 ribu untuk sebuah lapar yang ditahan, dan 100 ribu untuk perjuangan pendapatan dan entah apalagi yang bapak habiskan untuk sebuah kursi itu.
"tak apalah" begitu dalam hatinya lalu terpampang jelas di pikiranya senyum istri dan tawa anak nya. dia tersenyum dalam lamunannya.. "ya cukup lah",,tak perlu makan untuk lapar, tak perlu minum untuk haus, aku pasti bawa uang untuk makan nanti malam nak, tunggu saja ayah.
demikian perjuangan salah seorang lelaki yang tanpa pamrih, tanpa menginginkan sebuah hasil untuk dirinya tp sedikit hasil untuk keluarganya. masih banyak lagi di luar sana mungkin yang lebih kerja keras yg lebih membutuhkan raga yang sehat dan jiwa yang kuat. tp yang terpenting adalah tanggung jawab sebagai seorang lelaki, seorang yang harus cepat, cerdas, sehat, dan bermartabat :)
Senin, 29 Agustus 2011
Selasa, 18 Januari 2011
tnggung jwb
Hei semua,
Langsung singkat saja,tanggung jawab. Saya pikir2,ternyata tanggung jawab adalah sesuatu yang paling penting untuk hidup. Sepanjang hidup kita hal tersebutlah yang paling sering muncul.Terkecuali ketika masih bayi dan balita mungkin, atau malah ketika balita kita juga sudah punya tanggung jawab, saya tidak tahu. Belum ada survey mengenai hal tersebut..hehe..
Oke,Pertama-tama dari titik dimana kita masuk bangku sekolah dasar. Dimana tanggung jawab tersebut mulai menuntut ke kita. Cuma ketika SD juru bicara dari tanggung jawab tersebut adalah orang tua kita, maksutnya beliualah yang selalu mengingatkan kita akan tanggungan kita terhadap belajar, jam main, dan sampai makan pun kita di kejar2 pertanggung jawaban sama orang tua kita. Makanya aku waktu kecil gemuk, sekarang?haha..
Beberapa tahun kemudian ketika kita masuk SMP dan SMA tangung jawab itupun bertambah banyak, ya tugas sekolah lah,ya urusan pertemanan lah,ya urusan2 yang lain lah semakin bertambah banyak sehingga kita tidak bisa berleha-leha. Semua juga pasti tahu tentang tanggung jawab2 tersebut. Cuma kadang ada beberapa yang kurang tahu akan makna pentingnya. Sehingga mereka2 mulai meninggalkan sedikit demi sedikit tanggung jawab itu, dan memilih cara-cara mereka yang menurut mereka bener. Dimana peran orang tua sudah agak luntur dan timing nya pas jg dengan dimana mereka sudah memilih cara2 mereka sendiri yang menurut mereka benar. Tp menurut kamus tanggung jawab cara mereka salah.
Masa selanjutnya masa kuliah, dimana peran pribadi masing2 sangat diperlukan terutama buat orang perantauan seperti saya. Dimana apa2 sendiri dan peran orang tua Cuma berperan melalui suara dan intensitas bertemunya juga semakin sedikit. Masa itulah sebenarbenarnya peran dari kita dituntut untuk paling tidak bikin pesan orang tua terlaksana, yaitu jauh2 di jogja adalah untuk mencari ilmu. Kalo untuk main,dirumah juga bisa main, ngeband dirumah juga bisa ngeband. Jadi intinya orang tua tidak buang percuma terhadap uang bulanan yang selalu dikirim. Mereka sudah mengeluarkan banyak uang dan berhak untuk menuntut tanggung jawab dari kita,dan itu bukan untuk mereka tapi untuk kita kok.
Selanjutnya Setelah kita keluar dari akademisi, kita kasaranya tidak punya tanggung jawab terhadap orang tua maksutnya tidak lagi membebani masalh financial dan tanggung jawab terhadap pendidikan. Tapi di saat itulah kita harus benar2 jadi seorang lelaki yang bertanggung jawab. Paling tidak untuk diri sendiri dulu, belum punya tanggungan orang lain. Diamana level tanggung jawabnya benar2 dituntut untuk stabil. Haha (lebay)
Pada intinya sepanjang hidup,kita harus selalu mempunyai kualitas tanggung jawab yang bagus dan konsisten. Tanggung jawab untuk diri sendiri, tanggung jawab ke sesame manusia, alam, dan pertanggung jawaban kita terhadap Tuhan. Dimulai dari yang terkecil untuk yang masih SMA kerjakan tugas2nya, yang kuliah jangan sering bolos, yang lagi skripsi kerjakan sampai tuntas,yang sudah kerja jangan sering ngeluh,yang belum kerja cari terus pasti dapet. iya semua butuh tanggung jawab, jangan berleha-leha dan buang waktu percuma. Semangat,.,good luck yo teman-teman..
Langganan:
Komentar (Atom)